Masih teringat jelas di memoriku. Senyuman manis darinya yg tak mau pergi. Seakan bayangan nya menari-nari dan
belarian didasar otakku yg sedang kacau karna terlalu sering kedatangan
hadirnya. Kebersaamaan kita semakin dekat bahkan bagaikan tiada jarak. Ntah,
karna hanya perasaan ku saja atau mungkin waktu yg menemukan kita seperti ini ?
Aku merasa dekat namun dirinya pasif,
aku merasa jauh namun dirinya diam tanpa gerakan, seperti magnet yg tak
menemukan arah lawannya. Tiada tanda-tanda bahwa dia merespons sikapku yg terlalu
berharap ini, yups ‘berharap kepada manusia memang tidak dianjurkan,bahkan
dokter pun tidak menyarankannya’ huhuhu ini kesalahanku yg aku tahu namun pura-pura tidak
mengetahui. Aku manusia yg sedang dilema cinta. Apapun caranya pasti ku anggap
benar. Yang tak mungkin ku jadikan mungkin. Jangan sekali-kali menceramahi seseorang yg sedang dimabuk cinta karna semua itu hanya dianggap angin lalu alias tidak di gubris olehnya. Masuk telinga kiri keluar telinga kanan tanpa disaring terlebih dahulu.
Terkadang aku ingin bertemu karna
rindu. Ruang rindu ini telah terbuka semakin meluas jika diukur dengan patokan sawah mungkin sudah berhektar-hektar. Bahkan dalam nya lautan, luasnya samudra, besarnya gunung tak mampu dapat mengukurnya. karna memang perasaan tak bisa diukur dengan apapun. haha menjelaskan pun aku tak mampu harus ku perjelaskan dengan kata-kata seperti bagaimana. Api asmara ini sudah meraja lela membakar seluruh perasan. Aaarrrgkkh ingin ku berlari namun kemana, ingin aku berteriak namun tak
mungkin ada yg mampu mendengarkan. Terkadang aku ingin menikmati senja bersamanya
seperti kala itu. Berdua, menatap hangatnya langit yg mempertemukan antara siang menuju malam yg damai. Jingga iya itu warna senja jingga. Malam yg dengannya aku bisa mengenang semua peristiwa yg ku alami siang tadi.
Seandainya aku mempunyai kekuatan kamekamekaaaaaa(seperti
jurus di naruto itu) … Sebenarnya aku
tak ingin matahari tenggelam meninggalkan kita. Namun, pernahkan kau melihat
jika tenggelamnya matahari di kala senja begitu cepat sekali. Hanya butuh
5detik ia sudah tak kelihatan batang hidungnya. Hmmmt matahari tak mempunyai
hidung ia hanyalah pusaran lingkaran panas yg memanjarkan cahaya. Hingga panasnya sinar mampu melelehkan hatiku saat itu yg sedang bersamanya. Suasana itu
membuat ku bersedih hati karna saat itu juga dia akan meninggalkanku. Tanpa alasan. Tanpa kata. Tanpa harapan !
Aku berada ditempat itu karna ada sesuatu iyaa
aku ingin bersama nya, menggenggam erat jemari tangannya, bertatap muka dengannya, saling pandang memandang, tidur dalam pangkuannya sedang dia mengelus lembut kepalaku, memeluk tubuhnya yg bidang agar aku tahu seberapa jantungnya berdetak ketika berada didekatku. Samakah seperti ku. Ooh sayang itu semua hanya imajinasiku. Untuk bertatap mata saja aku tak kuasa. aku hanya dapat menikmati setiap senyuman dia yg banyak bercerita tentang masalalunya. Dia masih berharap dengan dia yg telah pergi jauh meninggalkannya. Aku pun sudi menjadi pendengar yg baik untuknya. Meski sepotong dua potong kata-kata nya ada yg mengiris hati yg sedang dalam kasmaran ini. Aku sudi. Karna aku tahu rasa ini tak pernah diharapkan oleh kita. Jika matahari telah tenggelam itu tandanya aku dan dia
juga harus berpisah. Pulang ke rumah masing-masing. Menjalani rutinitas seperti
awal. Tak ada cerita hanya ada kenangan yg telah terlewati lalu. Tuhan, Aku yang
mengalami kenyamanan ketika berada didekatnya. Aku tak ingin semua berakhir
begitu saja. Dia yg baik. Dia yg selalu menjagaku tanpa menyentuhku. Namun kesalahan
fatalnya dia telah menyentuh perasaan terdalamku hingga aku sangat berharap
memilikinya.
Mendoakan nya adalah cara terbaikku.
Agar dia selalu bahagia. Denganku atau tanpaku. Dengan orang lain atau dengan
pilihannya.
Hai kamu? Bagaimana perasaanmu kini? Apakah
sama dengan ku? Atau Ada rasa yg lain?
Kuharap mencintaimu dalam diam lebih
baik daripada harus kuperjelas yg akan merubah semuanya menjadi berantakan. Aku
ingin berteman baik denganmu. Not more … aku hanya ingin jika kamu memiliki
rasa sepertiku KATAKANLAH. Semua cerita yg aku ceritakan kepada mu hanya awal
dari sebuah obrolan lucu agar aku bisa selalu terus berkomunikasi denganmu. Tanpa ada 1 hari yg kosong tanpa hadirmu. Senja
yg kini kunikmati sendiri, sampaikan padanya bahwa aku ingin bersama-sama
denganmu dan dirinya tanpa ada batasan waktu yg menghalangi.
No comments:
Post a Comment