Monday, August 21, 2017

Senja Bersamanya

Masih teringat jelas di memoriku. Senyuman manis darinya yg tak mau pergi. Seakan bayangan nya menari-nari dan belarian didasar otakku yg sedang kacau karna terlalu sering kedatangan hadirnya. Kebersaamaan kita semakin dekat bahkan bagaikan tiada jarak. Ntah, karna hanya perasaan ku saja atau mungkin waktu yg menemukan kita seperti ini ?
Aku merasa dekat namun dirinya pasif, aku merasa jauh namun dirinya diam tanpa gerakan, seperti magnet yg tak menemukan arah lawannya. Tiada tanda-tanda bahwa dia merespons sikapku yg terlalu berharap ini, yups ‘berharap kepada manusia memang tidak dianjurkan,bahkan dokter pun tidak menyarankannya’ huhuhu ini kesalahanku yg aku tahu namun pura-pura tidak mengetahui. Aku manusia yg sedang dilema cinta. Apapun caranya pasti ku anggap benar. Yang tak mungkin ku jadikan mungkin. Jangan sekali-kali menceramahi seseorang yg sedang dimabuk cinta karna semua itu hanya dianggap angin lalu alias tidak di gubris olehnya. Masuk telinga kiri keluar telinga kanan tanpa disaring terlebih dahulu. 
Terkadang aku ingin bertemu karna rindu. Ruang rindu ini telah terbuka semakin meluas jika diukur dengan patokan sawah mungkin sudah berhektar-hektar. Bahkan dalam nya lautan, luasnya samudra, besarnya gunung tak mampu dapat mengukurnya. karna memang perasaan tak bisa diukur dengan apapun. haha menjelaskan pun aku tak mampu harus ku perjelaskan dengan kata-kata seperti bagaimana. Api asmara ini sudah meraja lela membakar seluruh perasan. Aaarrrgkkh ingin ku berlari namun kemana, ingin aku berteriak namun tak mungkin ada yg mampu mendengarkan. Terkadang aku ingin menikmati senja bersamanya seperti kala itu. Berdua, menatap hangatnya langit yg mempertemukan antara siang menuju malam yg damai. Jingga iya itu warna senja jingga. Malam yg dengannya aku bisa mengenang semua peristiwa yg ku alami siang tadi.
Seandainya aku mempunyai kekuatan kamekamekaaaaaa(seperti  jurus di naruto itu) … Sebenarnya aku tak ingin matahari tenggelam meninggalkan kita. Namun, pernahkan kau melihat jika tenggelamnya matahari di kala senja begitu cepat sekali. Hanya butuh 5detik ia sudah tak kelihatan batang hidungnya. Hmmmt matahari tak mempunyai hidung ia hanyalah pusaran lingkaran panas yg memanjarkan cahaya. Hingga panasnya sinar mampu melelehkan hatiku saat itu yg sedang bersamanya. Suasana itu membuat ku bersedih hati karna saat itu juga dia akan meninggalkanku. Tanpa alasan. Tanpa kata. Tanpa harapan !
 Aku berada ditempat itu karna ada sesuatu iyaa aku ingin bersama nya, menggenggam erat jemari tangannya, bertatap muka dengannya, saling pandang memandang, tidur dalam pangkuannya sedang dia mengelus lembut kepalaku, memeluk tubuhnya yg bidang agar aku tahu seberapa jantungnya berdetak ketika berada didekatku. Samakah seperti ku. Ooh sayang itu semua hanya imajinasiku. Untuk bertatap mata saja aku tak kuasa. aku hanya dapat menikmati setiap senyuman dia yg banyak bercerita tentang masalalunya. Dia masih berharap dengan dia yg telah pergi jauh meninggalkannya. Aku pun sudi menjadi pendengar yg baik untuknya. Meski sepotong dua potong kata-kata nya ada yg mengiris hati yg sedang dalam kasmaran ini. Aku sudi. Karna aku tahu rasa ini tak pernah diharapkan oleh kita. Jika matahari telah tenggelam itu tandanya aku dan dia juga harus berpisah. Pulang ke rumah masing-masing. Menjalani rutinitas seperti awal. Tak ada cerita hanya ada kenangan yg telah terlewati lalu. Tuhan, Aku yang mengalami kenyamanan ketika berada didekatnya. Aku tak ingin semua berakhir begitu saja. Dia yg baik. Dia yg selalu menjagaku tanpa menyentuhku. Namun kesalahan fatalnya dia telah menyentuh perasaan terdalamku hingga aku sangat berharap memilikinya.
Mendoakan nya adalah cara terbaikku. Agar dia selalu bahagia. Denganku atau tanpaku. Dengan orang lain atau dengan pilihannya.
Hai kamu? Bagaimana perasaanmu kini? Apakah sama dengan ku? Atau Ada rasa yg lain?

Kuharap mencintaimu dalam diam lebih baik daripada harus kuperjelas yg akan merubah semuanya menjadi berantakan. Aku ingin berteman baik denganmu. Not more … aku hanya ingin jika kamu memiliki rasa sepertiku KATAKANLAH. Semua cerita yg aku ceritakan kepada mu hanya awal dari sebuah obrolan lucu agar aku bisa selalu terus berkomunikasi denganmu.  Tanpa ada 1 hari yg kosong tanpa hadirmu. Senja yg kini kunikmati sendiri, sampaikan padanya bahwa aku ingin bersama-sama denganmu dan dirinya tanpa ada batasan waktu yg menghalangi. 

Melepasmu

Melepasmu adalah cara terbaikku
Cara menikmati rasa yg ku punya
Maaf, jika itu menyakitkan
Maaf, jika itu menyiksa, membuatmu perih
Membawa semuanya hancur,
Kepergianku bukan tanpa alasan
Aku mempunyai alasan yg cukup untuk itu
Jangan menanyakan !
Karna aku tak sanggup menjawab
Biarkan apa adanya,
Biarlah cintaku bersemi meski aku memilih pergi
Biarkan rasaku berkelana meski aku harus rela melepaskan
Sudah ... sudahi penderitaan tentang perasaan kamu dan aku
Sudah, Sudaha cukup aku bahagia karnanya
Sudah cukup ku bersedih dengannya
Biarkan Balance menjadi penyatu antara kau dan aku
Meski broken selalu menjadi masalah yg utama

Thursday, August 3, 2017

profesi

Sebuah profesi adalah suatu pekerjaan yg telah dipilih dan harus dijalani sesuai minat bakat. Ketika saya memilih berprofesi seorang guru honorer maka saya harus menanggung semua koesekonsinya. Mulai dari menyayangi dan tak disayang. Mencintai dan dibenci. Dipuji dan dicaci maki. Ya saya harus hidup ditengah-tengah orang lain yg belum tahu sifat kharakter mereka. Ketika saya memasuki ruangan sekolah maka mata saya tertuju dengan pemimpin sekolah yaitu seorang kepala sekolah. Lalu, saya diperkenalkan dengan anggota sekolahnya mulai dari guru, karyawan dan siswanya. Saya juga diperkenankan untuk mengelilingi halaman sekolah yg cukup luas. Mengenal sudut ruang sekolah, kelas dan juga kantin sekolah. Ketika saya bertatap muka dengan guru yg lain mereka welcome namun ada juga yg not welcome, don't care with me. Saya mah orangnya santai, situ baik saya juga baik namun jika situ jahat ya saya tetap baik. Karna hakim terbaik di penjuru dunia ini adalah Allah. Saya percaya setiap napas yg terhembua Allah selalu ada disamping dab didalam hati saya. Saya mengikuti prosedure tata tertib yg telah terpampang jelas di ruang itu tepatnya ditempel didinding kantor. Hari pertama mengajar, rasa gugup dan deg2an menyelimuti sepenuh hati. Ada 4kelas yg harus saya masuki dab kasih materi yg telah saya persiapkan. Karna baru pertama saya salah2 menyampaikan. Harap dimakhlumi ini pertama saya mengajar srbagai guru setelah ppl tahun lalu. Saya tidak berani menatap mata para siswa. Tiap saya menatap apa yg sudah saya susun dalam memori semuanya buyar dan omongan saya menjadi kemana2. Para siswa kesan pertama ke saya welcome. Namun kelamaan mereka jdi seenaknya saja. Karna memang saya mengajar santai. Mungkin karna efek perkenalan pertama saya gak begitu tegas. Sampai saya di kasih kata2 yg tidak wajar. Mungkin dalam hidup itu sperti ini ada yg mencintai ada pula yg membenci mereka itu balance.