Sunday, March 1, 2015

The moment sweet


Hembusan Angin malam ini membelai hijab yg ku pakai, terasa dingin menyentuh setiap persendian tulang-tulangku yg terasa ngilu dalam hati, langit cerah berubah menjadi gelap abu2 sepertinya akan turun hujan, Dan dugaan ku benar. Di kejauhan aku duduk bersama someone, Dimana dia seseorang yang tak lama ini menjadi teman dekatku. Diteras ini aku merasa, bercerita , saling terbuka yg pada malam ini menjadi malam perpisahan ku dengannya. Entah next time will meet he again, i don’t know. Suasana semakin manis ketika aku merasa malam ini adalah malam minggu identik dengan malam yang special bagi yang berpasangan, sayang seribu sayang aku tak memiliki pasangan hanya saja malam ini bersama orang yang special, malam ini juga pergantian bulan februari to march dan ditempat ini pandanganku tertuju pada dua ringin yg katanya kembar yang ada didepan mataku. Yang 1 agak besar tinggi sebelah kiri mungkin berjenis kelamin laki-laki dan yg kanan pohon ringin besar agak pendek mungkin diibaratkan perempuan.
Hujan turun kian deras. lapangan yang tadinya dipenuhi para pemuda-pemudi kota jogja kini mulai kosong hanya ada 2 makhluk hidup yg masih berdiri kokoh disitu yaitu 2 ringin kembar. Pemuda-pemudi yg bermalam mingguan di situ mungkin ingin membuktikan cerita fiktif yang konon katanya bila kita menutup mata dan bisa berjalan melewati tengah2 ringin kembar itu akan bertemu jodohnya. Dan entahlah ,,, Susah-susah gampang sih, tergantung imam yg kuat katanya yg bisa melewatinya. Aku failed 4x dan berhasil 2x dalam mencoba melewatinya, aku dengan rasa penasaran ingin membuktikan. Dipandu dia yg selalu disamping aku. Dia yang menutup mata aku, membawakan barang bawaanku dan memanduku disaat ku melangkah. Yeachh ... Aku berhasil melewatinya. Dengan langkah pasti dan doa,,, haha dia gagal ... dan dia mencoba lagi  And  stop mas, lepas penutup matanya. Dia lepas dan membuka mata. Yeeee you win, dia refleks memegang tanganku dan ingin memelukku. OMG ada mimpi apa aku semalam, dia begitu senang. Melihatnya berhasil melewati ringin itu aku ingin mencobanya lagi, dengan jarak yg lebih dekat biar berhasil juga, hehe and i can do, aku berhasil melewatinya. Tapi mana jodohku ya, aku sempat protes ke dia, “mana jodohku mas?” dia malah jawab , “maunya”, dengan senang hati aku balas jawabannya, “KAMU”, hehhe dia hanya tersenyum,
Aku yang sudah dulu duduk disebuah teras kini harus berdesak-desakan dengan orang2 yg berada dilapangan yang kuamati dari tadi , berpindah berteduh ditempat ini. Aku ber cerita banyak banget dengan dia, bercerita tentang kita. Tak akan pernah ku lupakan moment ini . This is special moment in my life. Yang awalnya badmood dengannya , gara2 dia telat, pergi ke stasiun beli tiket solo-jogja, makan sate gak ada dagingnya Cuma kulit ayam yang ditusuk penimbun lemak, naik becak beli bakpia and menuju ke alkid jogja. Semua itu tak pernah terbayangkan olehku bisa berdua , dan aku merasa nyaman didekatnya.  Thanks GOD
Malam semakin malam , detik demi detik berlalu menunjukkan waktu2 yang kian berjalan menuju sebuah perpisahan yang jarak akan menghalangi pertemuan kita lagi, pukul 12, 1 , 2 mata ini mulai tak tahan lagi ingin rasanya menutup , memejamkan kedua mata, istirahat sebentar saja tapi keadaan yang gak memungkinkan, mulut ini juga terus menguap menandakan ingin tidur. Kulihat disekitar ku satu per satu orang-orang yg terlihat ramai tadi mulai bubar, meninggalkan alkid. Hujanpun mulai reda berhiaskan bintang2 dan langit biru. Disebelahku ada 2 sejoli yang cowoknya duduk sedangkan ceweknya tidur terlelap dipangkuan cowoknya. Aku melihatnya sedikit envy.
Jalanan mulai sepi, hanya ada tukang becak yang ksana-kemari mencari penumpang. Waktu menunjukkan setengah 3 aku yang mulai mengantuk berat mengajaknya meninggalkan tempat itu dan pergi ke stasiun untuk tidur di sana saja. Dia mencari becak dan kita naik becak lagi, tapi sayang tukang becaknya sudah tua. Rasa Kasihan menyelimuti hatiku ingin aku turun saja, tapi inilah profesinya mengayuh setiap putaran demi sesuap nasi tak pandang penumpang berbadan big or small. Semangat Bapakanya dalam hatiku. Ditengah perjalanan tiba-tiba dia tertidur pulas sangat pulas, kepalanya kemana2 . Dengan rasa yang takut aku beranikan diri memegang kepalanya dan ku taruh kepalnya bersandar dipundakku. Kasihan dia mungkin dia sangat lelah dan mengantuk. Finish kita sampai di jalan malboro, aku membangunkannya dan dia membayar bapak itu. Terlihat matanya merah, rasa lelah terlihat di wajahnya. Dan sampai stasiun kita  beli tiket. Terlihat masih sepi distasiun tugu ini. Kita duduk disebuah kursi yang disediakan untuk menunggu, aku menyuruhnya untuk tidur. Ku lihat dia tertidur dengan pulasnya. Waktu menunjukkan waktu shalat subuh, kubangunkan dia. Astaga susah banget dia bangun, banyak alasannya.
Kereta sriwedari jurusan purwosari datang. Kita naik digerbong 1 , duduk bersebelahan. Kupakai masker ku dan tidur dipundaknya. Gak lama kemudian dia membangunkanku, kita tiba dikota solo kota awal kita bercerita. this moment is special. Dia mengantar ku ke kos dan dia pulang kerumah. 

No comments:

Post a Comment