Hembusan Angin malam ini membelai hijab yg ku pakai, terasa dingin
menyentuh setiap persendian tulang-tulangku yg terasa ngilu dalam hati, langit cerah
berubah menjadi gelap abu2 sepertinya akan turun hujan, Dan dugaan ku benar. Di
kejauhan aku duduk bersama someone, Dimana dia seseorang yang tak lama ini
menjadi teman dekatku. Diteras ini aku merasa, bercerita , saling terbuka yg
pada malam ini menjadi malam perpisahan ku dengannya. Entah next time will meet
he again, i don’t know. Suasana semakin manis ketika aku merasa malam ini adalah malam minggu identik dengan malam yang special bagi yang berpasangan, sayang seribu sayang aku tak memiliki pasangan hanya saja malam ini bersama orang yang special, malam ini juga pergantian
bulan februari to march dan ditempat ini pandanganku tertuju pada dua ringin yg katanya kembar yang ada
didepan mataku. Yang 1 agak besar tinggi sebelah kiri mungkin berjenis kelamin
laki-laki dan yg kanan pohon ringin besar agak pendek mungkin diibaratkan perempuan.
Hujan turun kian deras. lapangan yang tadinya dipenuhi para
pemuda-pemudi kota jogja kini mulai kosong hanya ada 2
makhluk hidup yg masih berdiri kokoh disitu yaitu 2 ringin kembar.
Pemuda-pemudi yg bermalam mingguan di situ mungkin ingin
membuktikan cerita fiktif yang konon katanya bila kita menutup mata dan bisa berjalan
melewati tengah2 ringin kembar itu akan bertemu jodohnya. Dan entahlah ,,, Susah-susah gampang sih,
tergantung imam yg kuat katanya yg bisa melewatinya. Aku failed 4x dan berhasil 2x
dalam mencoba melewatinya, aku dengan rasa penasaran ingin membuktikan. Dipandu dia yg
selalu disamping aku. Dia yang menutup mata aku, membawakan barang bawaanku dan
memanduku disaat ku melangkah. Yeachh ... Aku berhasil melewatinya. Dengan langkah pasti dan doa,,, haha dia gagal ... dan dia mencoba
lagi And stop mas, lepas penutup matanya. Dia lepas
dan membuka mata. Yeeee you win, dia refleks memegang tanganku dan ingin
memelukku. OMG ada mimpi apa aku semalam, dia begitu senang. Melihatnya
berhasil melewati ringin itu aku ingin mencobanya lagi, dengan jarak yg lebih
dekat biar berhasil juga, hehe and i can do, aku berhasil melewatinya. Tapi
mana jodohku ya, aku sempat protes ke dia, “mana jodohku mas?” dia malah jawab , “maunya”,
dengan senang hati aku balas jawabannya, “KAMU”, hehhe dia hanya tersenyum,
Aku yang sudah dulu duduk disebuah teras kini harus
berdesak-desakan dengan orang2 yg berada dilapangan yang kuamati dari tadi ,
berpindah berteduh ditempat ini. Aku ber cerita banyak banget dengan dia,
bercerita tentang kita. Tak akan pernah ku lupakan moment ini . This is special
moment in my life. Yang awalnya badmood dengannya , gara2 dia telat, pergi ke
stasiun beli tiket solo-jogja, makan sate gak ada dagingnya Cuma kulit ayam
yang ditusuk penimbun lemak, naik becak beli bakpia and menuju ke alkid jogja.
Semua itu tak pernah terbayangkan olehku bisa berdua , dan aku merasa nyaman
didekatnya. Thanks GOD
Malam semakin malam , detik demi detik berlalu menunjukkan waktu2
yang kian berjalan menuju sebuah perpisahan yang jarak akan menghalangi
pertemuan kita lagi, pukul 12, 1 , 2 mata ini mulai tak tahan lagi ingin
rasanya menutup , memejamkan kedua mata, istirahat sebentar saja tapi keadaan yang
gak memungkinkan, mulut ini juga terus menguap menandakan ingin tidur. Kulihat disekitar
ku satu per satu orang-orang yg terlihat ramai tadi mulai bubar, meninggalkan
alkid. Hujanpun mulai reda berhiaskan bintang2 dan langit biru. Disebelahku ada 2 sejoli
yang cowoknya duduk sedangkan ceweknya tidur terlelap dipangkuan cowoknya. Aku
melihatnya sedikit envy.
Jalanan mulai sepi, hanya ada tukang becak yang ksana-kemari
mencari penumpang. Waktu menunjukkan setengah 3 aku yang mulai mengantuk
berat mengajaknya meninggalkan tempat itu dan pergi ke stasiun untuk tidur di sana
saja. Dia mencari becak dan kita naik becak lagi, tapi sayang tukang becaknya sudah
tua. Rasa Kasihan menyelimuti hatiku ingin aku turun saja, tapi inilah profesinya mengayuh setiap putaran demi sesuap nasi tak pandang penumpang berbadan big or small. Semangat Bapakanya dalam hatiku. Ditengah perjalanan tiba-tiba dia
tertidur pulas sangat pulas, kepalanya kemana2 . Dengan rasa yang takut aku
beranikan diri memegang kepalanya dan ku taruh kepalnya bersandar dipundakku. Kasihan dia mungkin
dia sangat lelah dan mengantuk. Finish kita sampai di jalan malboro, aku membangunkannya dan dia membayar bapak itu.
Terlihat matanya merah, rasa lelah terlihat di wajahnya. Dan sampai stasiun
kita beli tiket. Terlihat masih sepi
distasiun tugu ini. Kita duduk disebuah kursi yang disediakan untuk menunggu,
aku menyuruhnya untuk tidur. Ku lihat dia tertidur dengan pulasnya. Waktu
menunjukkan waktu shalat subuh, kubangunkan dia. Astaga susah banget dia
bangun, banyak alasannya.
Kereta sriwedari jurusan purwosari datang. Kita naik digerbong 1 ,
duduk bersebelahan. Kupakai masker ku dan tidur dipundaknya. Gak lama kemudian
dia membangunkanku, kita tiba dikota solo kota awal kita bercerita. this moment
is special. Dia mengantar ku ke kos dan dia pulang kerumah.
No comments:
Post a Comment